Sumbarheadline– Jargon Pemkab Limapuluh Kota terkait rotasi serta mutasi jabatan di lingkungan pemerintahan dengan mengusung taglline “Manajemen Talenta” sepertinya kurang tepat disematkan.
Seperti baru baru ini, terkait rotasi, mutasi serta promosi jabatan terhadap pejabat Administrator Eselon III.A, 53 pejabat Administrator Eselon III.B, serta 56 pejabat Pengawas Eselon IV, dipertanyakan publik.
Dari daftar nama-nama pejabat eselon III yang dirotasi serta dimutasi terlihat penempatan beberapa nama nama pejabat banyak tidak sesuai kompetensi serta latar belakang kompetensi.
Seperti yang disampaikan salah seorang pengamat kebjikan publik, H. Tasrif. Dirinya mempertanyakan kebijakan rotasi, mutasi dan promosi yang dimotori oleh Sekda sebagai Ketua Badan Pertimbangan Kepangkatan dan Jabatan (Baperjakat) terkait pergantian jabatan eselon III baru baru ini.
Menurut H. Tasrif, tagline yang digadang gadangkan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, saat acara pelantikan yang menyebutkan rotasi, mutasi serta promosi merupakan bagian dari pembinaan karier aparatur sipil negara, bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan agar roda pemerintahan berjalan semakin efektif, jauh panggang dari pada api, ungkapnya mengatakan.
Salah satu contoh sambungnya lagi mengatakan, terkait mutasi Kabid Kominfo Kabupaten Limapuluh Kota. Menurut H Tasrif, selama ini sosok yang menempati jabatan urgen tersebut telah pas ditempati oleh saudara JI, tuturnya.
Alasanya, selain orang yang sudah lama berkecimpung di bidang Kehumasan dan dikenal akrab dengan hampir seluruh awak wartawan Luak Limopuluah, justru dimutasi ke level bawah tingkat Kecamatan.
“Menurut saya ini blunder yang sedang dijalankan Bupati. Pemutasian Kabid Kominfo ke level tingkat Kecamatan, seolah olah yang bersangkutan memiliki kesalahan,” ungkap H Tasrif, Kamis (30/7/26).
Bupati sepertinya bukan ingin memperbaiki pelayanan publik, namun sebaliknya, sambungnya lagi.
Pengamat kebijakan publik tersebut mengaku mendapatkan selentingan kabar, jika pergantian kabid Kominfo indikatornya bukan soal “manajemen talenta”, namun hanya berdasarkan suka atau tidak suka belaka saja.
“Jika bicara talenta sosok JI sudah pas menempati pos Kepala Bidang Kominfo sebagai ujung tombak manajemen kehumasan disebabkan telah memiliki pengalaman yang cukup mumpuni”, beber H Tasrif.
Namun sepertinya Bupati lebih memilih jalan blunder dan cendrung lebih mendengarkan pembisiknya daripada pelayanan publik yang profesional, tutupnya mengatakan. (*)







