Disdik Limapuluh Kota Benahi Sarana Prasarana Pendidikan Pasca Bencana

Sumbarheadline– Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota terus melakukan penanganan terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana maupun mengalami kerusakan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan aman dan nyaman bagi peserta didik. Pada senen, 11 Agustus 2026, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST., M.T., melakukan peninjauan terhadap sejumlah sekolah yang membutuhkan penanganan dan pembangunan sarana pendidikan.

Bacaan Lainnya

Peninjauan pertama dilakukan di SD Negeri 02 Koto Alam. Kondisi sekolah sebelumnya terdampak kikisan air sehingga diperlukan penguatan pada bagian bangunan. Penanganan dilakukan dengan pembangunan dam sebagai penguat sekaligus pelindung bangunan sekolah dari ancaman kikisan air.

Selanjutnya, peninjauan dilakukan di SD Negeri 04 Koto Tinggi. Sekolah tersebut membutuhkan relokasi ke lokasi baru karena bangunan sekolah sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana alam berupa pergerakan tanah.

Lokasi baru sekolah berada di kawasan yang juga disiapkan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak dan akan direlokasi.

Penanganan berikutnya dilakukan di SMP Negeri 6 Kecamatan Kapur IX, khususnya pada fasilitas MCK yang sebelumnya tidak berfungsi. Sarana tersebut akan diperbaiki sehingga kembali dapat digunakan dan mendukung kebutuhan sanitasi warga sekolah.

Endri Mulyadi menjelaskan, beberapa program pembangunan sarana pendidikan tersebut berasal dari sumber pendanaan yang berbeda.

Untuk kegiatan yang menggunakan dana daerah, program dipastikan melalui proses perencanaan dan penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara pembangunan yang bersumber dari pemerintah pusat juga terus dikoordinasikan agar dapat segera direalisasikan.

Khusus untuk salah satu pembangunan, terdapat kemungkinan pelaksanaannya melibatkan TNI, sebagai tindak lanjut kerja sama atau nota kesepahaman antara kementerian terkait dengan TNI. Namun, pelaksanaan tersebut masih menunggu proses dan kepastian teknis lebih lanjut.

Penanganan fasilitas pendidikan ini menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak di wilayah terdampak bencana tetap memperoleh lingkungan belajar yang layak dan aman.

Pemerintah daerah juga terus mendorong koordinasi lintas sektor agar kebutuhan pembangunan sekolah dapat ditangani secara tepat sasaran.

Secara administratif, keberadaan satuan pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota tercatat dalam basis data pendidikan pemerintah.

Data Kemendikdasmen, misalnya, mencatat UPTD SD Negeri 02 Koto Tinggi sebagai sekolah negeri di Kecamatan Gunuang Omeh, sementara UPTD SMP Negeri 6 Kecamatan Kapur IX juga tercatat sebagai satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Penanganan sekolah terdampak bencana diharapkan tidak hanya memulihkan fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi peserta didik serta tenaga pendidik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *