Bupati Limapuluh Kota, Gencar Berikan Edukasi Kesiapsiagaan Serta Antisipasi Dini Bencana Kepada Lapisan Masyarakat

Sumbarheadline– Kabupaten Limapuluh Kota merupakan salah satu kawasan yang termasuk rawan terhadap bencana alam. Letak Geografisnya berada di kawasan berbukit dan lembah (elevasi 110-2.261 mdpl) yang dilewati aliran sungai besar dan berada pada jalur busur magmatik yang rentan terhadap banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Wilayah ini didominasi oleh kondisi topografi yang curam dan berbatasan langsung dengan patahan bumi aktif. Banjir dan Tanah Longsor kerap terjadi di daerah dataran rendah dan kawasan yang dilalui aliran sungai besar (Batang Maek, Batang Sinamar), terutama di wilayah seperti Kecamatan Suliki, Guguak, dan Payakumbuh.

Bacaan Lainnya

Sementara di wilayah lembah dan tebing seperti Lembah Harau, memiliki risiko tinggi terhadap bahaya longsor yang sangat membahayakan masyarakat yang memiliki pemukiman di sekitarmya.

Untuk itu diperlukan edukasi mitigasi kebencanaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan antisipasi dini jika terjadi hal yang tidak diinginkan terkait bencana.

Hal tersebut dikatakan Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, saat menjawab pertanyaan awak media terkait antisipasi dini masyarakat terkait bencana alam yang datang secara tiba tiba.

Menurutnya pemahaman terkait tanda-tanda bencana,  termasuk cara melapor, hingga langkah penyelamatan diri untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material, harus dipahami oleh masyarakat terutama bagi warga yang bermukim di kawasan rawan bencana, tuturnya.

Dijelaskannya, BPBD Limapuluh Kota, rutin melakukan sosialisasi serta edukasi kepada warga di kawasan rawan bencana. Kegiatan ini mencakup antisipasi dini melalui pengenalan jalur evakuasi, penggunaan alat keselamatan, bebernya.

“Edukasi yang terus-menerus diberikan akan membuat masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat,” ujar Safni Sikumbang mengatakan, Minggu (11/7/26).

Upaya ini diharapkan dapat membangun budaya sadar bencana secara berkelanjutan sehingga masyarakat dapat bertindak tepat dan cepat saat bencana terjadi, sambungnya lagi.

Lebih jauh Safni Sikumbang mengungkapkan dalam waktu dekat dirinya bersama BPBD serta Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota akan mendatangi sekolah sekolah, terutama setingkat SMP dan SMA sederajat yang berada dalam wilayah kerjanya untuk memberikan edukasi serta pemahaman terkait antisipasi dini bila bencana datang melanda.

Selain itu kegiatan tersebut bertujuan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda terhadap potensi bencana, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan  yang bertujuan membekali peserta didik dengan pemahaman tentang berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

Adapun materi yang akan diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis bencana, upaya mitigasi, pentingnya budaya sadar bencana, serta peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tangguh terhadap bencana. Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya kesiapsiagaan sejak dini sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Edukasi kebencanaan sejak usia sekolah merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, terus berkomitmen untuk memperluas edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Limapuluh Kota tangguh dari bencana, tutupnya mengatakan.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *