Sumbarheadline– Beredar santer di ruang publik DR.dr Zulmaita, akan dilantik sebagai Ketua Partai Gerindra Kota Payakumbuh.
Informasinya, Zulmaita, yang diketahui Walikota Payakumbuh, bergabung dengan Partai Gerindra, telah memiliki karta tanda anggota (KTA), dan akan didapuk sebagai Ketua DPC Partai Gerindra kota setempat menggantikan Nurkholis Dt Bijo.
Adapun Nurkholis Dt Bijo, yang merupakan anggota DPRD Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) priode 2024-2029, dan sebelumnya menjabat Ketua DPC Gerindra Kota Payakumbuh, digeser dengan posisi baru sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota, menggantikan Deni Asra.
Terkait dengan bergabungnya Walikota Payakumbuh, DR.dr. Zulmaita ke partai Gerindra, dan direncanakan bakal dilantik secara resmi dalam waktu dekat tersebut, dibenarkan oleh orang dekatnya Mulyadi Muis.
Dirinya membenarkan jika Walikota Payakumbuh telah bergabung bersama partai Gerindra, sejak beberapa minggu lalu, ungkapnya.
“Benar, pak Zulmaita telah bergabung dengan Gerindra. Dalam waktu dekat bakal dilantik menjadi Ketua DPC Kota Payakumbuh,” sebut Mulyadi Muis, Minggu (7/6/26) malam di Payakumbuh mengatakan.
Lebih jauh dirinya mengatakan bergabungnya Zulmaita ke dalam partai besutan Prabowo Subiantoh tersebut telah melalui proses yang cukup matang dengan berbagai pertimbangan politik.
“Doakan saja bergabungnya Zulmaita, ke dalam partai Gerindra, bisa memberikan aura positif bagi kemajuan Kota Payakumbuh, ke arah yang lebih baik,” tutupnya.
Kejutan di Kabupaten Limapuluh Kota
Terpisah, ada yang menarik tentang bakal ditunjuknya Nurkholis Dt Bijo oleh DPD Gerindra Sumbar menduduki jabatan Ketua DPC Gerindra Limapuluh Kota.
Saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu, yang bersangkutan tidak menampik informasi tersebut. Kala itu ia mengatakan, sebagai kader dirinya patuh ditempatkan di posisi mana saja, tuturnya.
Menariknya, jauh sebelum informasi penunjukan Nurkholis Dt Bijo, terlebih dahulu santer beredar yang akan duduk sebagai Ketua DPC Gerindra Limapuluh Kota, menggantikan Deni Asra, adalah Safni Sikumbang, yang merupakan Bupati setempat.
Hal tersebut ditandai dengan telah bergabungnya Safni Sikumbang ke dalam bagian partai penguasa dengan pemberian KTA. Dalam berbagai kesempatan kegiatan Partai, terutama di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, tampil terdepan bersama kader serta simpatisan.
Namun seiring berjalannya waktu, tiba- tiba peta politik di Partai Gerindra berubah drastis. Nurkholis Dt Bijo, yang sebelumnya diketahui menjabat sebagai Ketua DPC Kota Payakumbuh, justru ditunjuk dan digeser menjadi pimpinan partai di Kabupaten Limapuluh Kota.
Fenomen tersebut membuat ruang publik tercengang. Ada apa dengan Safni Sikumbang, sehingga secara tidak langsung posisinya tergeser dan tergerus didalam struktur organisasi partai Gerindra.
Lazimnya sebuah partai besar di setiap kepengurusan daerah terutama pucuk pimpinan menurut publik, selalu di isi oleh politisi elit yang akan diandalkan terjun dalam kompetisi Pileg maupun Pilkada.
Namun kelaziman tersebut sepertinya terpatahkan di Kabupaten Limapuluh Kota. Partai Gerindra tidak memilih Safni Sikumbang, yang notabene Bupati, untuk duduk sebagai pimpinan, namun menggeser posisi Ketua DPC Payakumbuh menduduki jabatan Ketua DPC Limapuluh Kota.
Bagi publik, kebijakan Gerindra tersebut terindikasi secara tidak langsung seolah olah meminggirkan entitas politisi bernama Safni Sikumbang, yang terlebih dahulu diketahui bergabung dengan partai dan telah memiliki KTA.
Disisi lain publik menduga, kebijakan politik yang diambil Gerindra dengan “meminggirkan” entitas politisi bernama Safni Sikumbang, lantaran yang bersangkutan pernah tersandung kasus memalukan beberapa waktu lalu, ungkap mereka.
Namun saat awak media mencoba menghubungi dan meminta tanggapan serta klarifikasi kepada Safni Sikumbang, terkait dugaan gagalnya dirinya menjadi Ketua DPC Gerindra Limapuluh Kota, lantaran DPD lebih memilih yang lain menduduki jabatan elit tersebut, yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. (AA)







