Sumbarheadline– Setelah kasus skandal VCS Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, mulai berangsur hilang dalam pembicaraan dalam ruang publik, namun pada Kamis 23 April 2026, kembali masyarakat tersentak dengan sebuah informasi yang datang dari Polda Sumatra Barat (Sumbar).
Dikutip dari laman pemberitaan Langgam.id, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, memberikan informasi yang menyebutkan, Bupati Safni Sikumbang, meminta ruang publik terkait kasus VCS tidak perlu dihebohkan lagi.
Menurutnya permintaan tersebut datang dari Bupati terkait sendiri, ungkapnya mengatakan.
Adapun alasan kasus dugaan skandal VCS tersebut tidak perlu lagi dihebohkan sambung Susmelawati, lantaran sangat berdampak kepada beban psikologi Bupati Safni dan juga keluarga yang lain.
Kabid Humas Polda Sumbar berharap agar tidak ada lagi media yang membuat pemberitaan terkait kasus VCS tersebut, sepertinyang diberitakan oleh Langgam.id terbitan Kamis (23/4/26).
Sementara itu, dari pantauan awak media, beberapa jam setelah berita tersebut terbit, situasi dan kondisi kawasan Luak Limopuluah, yang sempat tenang dalam dua minggu belakangan terkait hampir tidak ada lagi yang membahas kasus VCS yang menyeret Bupati Safni, kembali mulai bergejolak.
Di beberapa platfoam sosial media, serta beberapa warung kopi, mulai kembali muncul pembahas skandal VCS yang melibatkan Bupati Safni.
Ruang publik kembali terpancing membicarakan persoalan VCS seiring keluarnya pemberitaan statement bupati yang meminta agar tak perlu lagi menghebohkan persoalan.
Masyarakat yang mulai berangsur melupakan, kini seolah terpancing kembali membahas persoalan yang sebenarnya sudah mulai hilang di permukaan.
Menurut beberapa pengamat ini terjadi akibat reaksi dari pernyataan bupati yang muncul secara tiba tiba seperti yang diberitakan oleh salah satu media lokal Sumbar tersebut, tutur mereka.
Seperti yang dikatakan oleh salah satu tokoh muda Kabupaten Limapuluh Kota, Arya. Dirinya merasa heran, suasana yang mulai tenang dari hiruk pikuk hebohnya persoalan VCS, tiba tiba muncul pernyataan bupati yang dianggap blunder.
Dirinya mempertanyakan apa urgensinya orang nomor satu di lingkungan Pemerintahan Limapuluh Kota, melalui Polda Sumbar, meminta ruang publik untuk tidak lagi menghebohkan dan mempersoalkan kasus yang sebenarnya situasi sudah mulai kondusif, ungkapnya kepada awak media, Kamis (23/4/26) malam.
Padahal kasus tersebut sudah mulai dilupakan dan didiamkan masyarakat walaupun tidak jelas sampai dimana persoalan hukum terkait laporan dugaan pemerasan, tutupnya.
Senada seperti yang dikatakan oleh tokoh muda Limapuluh Kota tersebut, pengamat kebijakan sosial, Arnovi Sutan Mudo, juga memberikan komentar yang hampir sama kepada awak media.
Dijelaskanya, disaat situasi sudah mulai berangsur tenang, tiba tiba ruang publik kembali dikejutkan dengan pernyataan Bupati yang disampaikan melalui Kabid Humas Polda Sumbar.
Menurutnya statement Bupati Safni terbaru seperti yang diberitakan media, justru memantik ruang publik kembali bereaksi, ujarnya.
Namun terlepas dari reaksi yang ditunjukan ruang publik, Arnovi menduga ada tujuan tertentu terkait statement dari bupati, ungkapnya.
Menurutnya Naif saja bupati meminta untuk tidak kembali menghebohkan terkait kasus VCS disaat ruang publik telah berangsur melupakan bila tanpa maksud.
Ia menduga munculnya pernyataan meminta persoalan VCS tidak perlu lagi dihebohkan dari bupati ditujukan kepada “pihak tertentu” yang ingin agar kasus VCS terus muncul dan mengapung ke permukaan demi untuk kepentingan tertentu.
Bupati Safni merasa curiga ada pihak tertentu sengaja memilihara kasus VCS agar terus mengapung demi kepentingan tertentu sehingga ia bereaksi mengingatkan agar tak perlu lagi persoalan VCS dihebohkan, papar Arnovi.
Sambungnya lagi, kemungkinan tersebut bisa saja terjadi mengingat dalam seminggu belakangan beredar informasi di sosial media tentang rencana aksi demo dan pelaporan di Kemendagri dan Mabes Polri.
Terkait hal itu Bupati Safni bisa jadi telah mendapatkan laporan dan mendeteksi orang orang dibalik kelompok yang diduga sengaja memilihara persoalan VCS terus mengapung di permukaan, lantas Bupati bereaksi dan mengeluarkan pernyataan mengingatkan mereka, tutup pengamat kebijakan sosial tersebut. (AA)






