Mengejutkan, Armen Faindal Babak Belur Diajang Pemilihan Ketua KONI Payakumbuh

Sumbarheadline– Drama mendebarkan terkait pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh telah usai.

Pemilihan yang berlangsung pada Sabtu (25/4/26) di lantai III gedung Balaikota Payakumbuh, dengan Chairul Mufti, keluar sebagai pemenang terpilih mengalahkan dua kandidat lain dengan perolehan suara cukup mencolok.

Bacaan Lainnya

Chairul Mufti yang biasa dipanggil Heru, meraih 34 suara disusul berturut turut di bawahnya Armen Faindal 6 suara, serta Jeffri Ricardo Magno yang memperoleh 5 suara dari total 45 suara sah.

Menariknya dari kontestasi pemilihan Ketua KONI tersebut, kandidat Armen Faindal, yang sebelumnya sempat digadang gadangkan akan menang mudah melawan dua kandidat lain justru babak belur dengan perolehan suara yang tidak sesuai ekspetasi.

Bagi publik, kalahnya Armen Faindal dengan raihan suara tidak sesuai harapan tersebut sesuatu yang mengejutkan. Memiliki jabatan mentereng sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, sekaligus sebagai kakak kandung Walikota, kalah dan takhluk dengan seorang anak muda pendatang baru didunia olahraga daerah setempat.

Dari pantauan awak media pasca kekalahan yang dialami Armen Faindal tersebut dunia persosmedan menjadi heboh dan gemuruh.

Warganet terpecah menjadi dua dalam melontarkan pendapat, mengomentari kalahnya kakak kandung dari Walikota Payakumbuh, DR.dr. Zulmaita tersebut. Ada yang mengatakan kalahnya Armen Faindal dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI membuktikan jika sang Walikota tidak cawe-cawe mencampuri urusan rumah tangga organisasi olahraga tersebut.

Namun pendapat berbeda datang dari kelompok lain. Mereka menganggap kekalahan Armen Faindal, terindikasi telah di rekayasa di menit-menit akhir jelang pemilihan oleh “pihak tertentu” sedari awal, tuturnya.

Dijelaskan mereka, dari 45 cabor olahraga yang menginduk di KONI Kota Payakumbuh, 17 cabang diantaranya terindikasi “kepunyaan plat merah”. Berdasarkan asumsi tersebut, sebagian publik menilai cabor yang terindikasi “plat merah” layaknya mengarahkan pilihan ke Armen Faindal.

Namun faktanya terbalik, sambung mereka lagi. Tercium dugaan 17 cabor “plat merah” mayoritas terindikasi menjatuhkan pilihan kepada Heru, karena arahan dari pihak tertentu, imbuh mereka mengatakan.

Lebih jauh sebagian warganet menganalisa dan memberikan opini, aroma politis sangat kental dalam pemilihan Ketua KONI tersebut.

Mereka beralasan beberapa calon lain diluar 3 kandidat yang bertarung, juga dianggap layak. Akan tetapi mendekati jelang hari pemilihan beberapa calon memilih mundur. Ada pendapat yang menyebutkan mereka mundur karena alasan “teknis”

“Seperti ada setingan dan rekayasa untuk memenangkan kandidat tertentu”, komentar sebagian warganet lagi.

Terlepas benar atau tidaknya asumsi sebagian publik tersebut yang pasti dengan terpilihnya Heru, menahkodai induk organisasi Olahraga Kota Payakumbuh, masa bakti 2026-2031 tersebut, publik berharap jangan menjadikan jabatan tersebut sebagai batu loncatan meraih ajang ketenaran dan kepopuleeran semata.

Namun harapannya bisa membangkitkan prestasi olahraga Kota Payakumbuh, yang lama terlelap akibat kurang seriusnya mengelola bibit-bibit unggul, papar warganet. (AA)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *