Nasib Ngenes Ratusan Pedagang Korban Kebakaran, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Sumbarheadline– Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib ngenes yang dialami oleh ratusan  pedagang korban kebakaran pasar Blok Barat Payakumbuh.

Enam belas hari sudah pasca kebakaran, bantuan stimulus dan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah yang diberikan oleh para donatur kepada korban tragedi kebakaran melalui Pemerintahan Kota Payakumbuh masih belum tersalurkan.

Bacaan Lainnya

Informasi dari sumber orang dalam Pemko menyebutkan belum terealisasinya bantuan untuk korban terdampak kebakaran lantaran masih belum selesainya pendataan korban kebakaran, ungkapnya, Rabu (10/9/25).

Namun sumber tidak menjelaskan secara rinci dimana terkendalanya sehingga enambelas hari sudah pasca tragedi, bantuan yang mencapai ratusan juta rupiah dari para donatur tersebut, masih belum bisa dirasakan oleh ratusan korban kebakaran.

Sementara itu beberapa waktu sebelumnya, Walikota Payakumbuh, Dr Zulmaita serta pejabat teras di lingkungan Pemko sendiri ketika menerima kedatangan Andre Rosiade Anggota DPR RI dan Vasko Rusaimy Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Senin 8 September 2025 di Posko BPBD pemerintahan setempat berjanji akan segera menyalurkan bantuan srimultan secara cepat.

Akan tetapi hingga hari ke enambelas pasca tragedi kebakaran, ratusan pedagang korban terdampak belum ada satupun mengaku telah menerima bantuan donatur yang diberikan melalui pemko setempat.

Padahal menurut informasi yang telah terverifikasi, sehari pasca kebakaran Pemko Payakumbuh telah membuka open donasi untuk korban tragedi kebakaran pasar. Namun sampai berita ini diturunkan belum ada kejelasan kapan dana bantuan stimulus yang merupakan hak para korban terealisasikan. Ketika awak media menghubungi Walikota terkait kapan turunnya bantuan, masih belum mendapatkan jawaban.

Sementara disisi lain pasca tragedi kebakaran yang melanda Blok Barat Pasar Payakumbuh, ratusan pedagang terdampak mengalami tekanan hidup yang luar biasa. Tidak hanya persoalan ekonomi, namun persoalan pysikologis mereka rasakan usai peristiwa.

Dari hasil penelusuran, belasan korban terindikasi mengalami dampak psikis dengan gangguan gejala stres, depresi, kecemasan, gampang emosi serta putus asa.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu warga pasar, Desman. Kepada awak media, ia menuturkan pasca tragedi kebakaran beberapa pedagang yang kios beserta barang dagangannya habis dilalap sijago merah mulai mengalami tekanan batin yang luar biasa, ujarnya mengatakan.

“Banyak terindikasi pedagang yang kiosnya habis mengalami gejela psikis. Bisa jadi ini akibat tekanan serta beban hidup yang harus mereka jalani usai peristiwa” tuturnya mengatakan, Selasa (9/9/25) siang di kawasan pasar Payakumbuh.

Dijelaskan Desman, bak sudah jatuh tertimpa tangga, ditengah kondisi babak belurnya usai mengalami musibah, mereka mendengar informasi uang bantuan stimulus dari para donatur yang berempati bakal dipergunakan Pemko untuk pembangunan pasar relokasi. Jelas kabar tersebut menjadi pukulan telak bagi pedagang terdampak.

Bagi mereka informasi Pemko berencana mempergunakan uang bantuan stimulus untuk anggaran relokasi merupakan sebuah lelucon yang tidak lucu. Selama ini pedagang patuh membayar retrebusi. Namun ketika mendapatkan musibah, jangankan memberikan santunan kepada para korban, uang dari para donatur untuk pedagang malah  berencana dipakai untuk membangun lapak relokasi. Itu sangat ironis imbuhnya mengatakan.

Saat ini para korban hanya berharap Pemko punya hati serta mengerti dengan kondisi terkini para korban. Jika memang ada hak para korban mendapatkan bantuan stimulus dari para donatur, segeralah direalisasikan, tutupnya. (AA)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *