Sumbarheadline– Berdasarkan data dari berbagai sumber, termasuk catatan dari pihak Kepolisian, terhitung sejak tahun 2024 hingga awal tahun 2026 kasus yang berkaitan dengan asusila marak terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota.
Dalam pers rilis akhir tahun pada 30 Desember 2024, Polres Limapuluh Kota melalui Kapolres AKBP Syaiful Wachid, melaporkan adanya trend peningkatan kasus kriminal di sepanjang tahun tersebut termasuk kasus asusila.
Pada medio Februari 2024, Polres Limapuluh Kota, menangkap seorang pemuda yang melakukan tindakan asusila kepada seorang petugas KPPS yang sedang beristirahat di rumahnya usai menjaga TPS.
Memasuki tahun 2025 terjadi peningkatan kasus amoral, asusila, serta perbuatan seks menyimpang di Kabupaten Limapuluh Kota.
Pada medio Mai- Juni 2025, tercatat sekurangnya ada 5 kasus berkaitan asusila ditangani Reskrim Polres setempat. Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun menjadi korban asusila di kawasan Mungka
Polisi juga menangkap pelaku kasus persetubuhan bawah umur di kawasan, Kecamatan Suliki, pada Juni 2025.
Selanjutnya pada Juli 2025 seorang penyanyi KIM yang cukup terkenal juga ditangkap polisi lantaran diketahui telah melakukan sodomi terhadap bocah laki laki di kawasan Kecamatan Harau.
Pada Desember 2025, lagi lagi kasus amoral mengguncang Kabupaten Limapuluh Kota, seorang Pria ditangkap saat sedang berjualan di pasar Limbanang, lantaran telah melakukan tindak asusila terhadap anak bawah umur.
Sementara, selain kasus asusila yang melibatkan warga masyarakat biasa dan ditangani oleh pihak kepolisian setempat, juga terdapat beberapa kasus asusila, amoral yang melibatkan petinggi nagari serta ASN di kawasan Limapuluh Kota.
Oktober 2024, Warga Nagari Bukik Sikumpa, Lareh Sago Halaban, menyegel Kantor Walinagari. Penyegelan tersebut terjadi lantaran warga marah Walinagari mereka tersandung persoalan amoral dengan kader Nagari setempat.
Selain itu pada Februari 2024, terjadi skandal beredarnya video mesum yang melibatkan Walinagari di Talang Maur. Akibat skandal asusila tersebut membuat Walingari yang baru menjabat dua tahun tersebut mengundurkan diri.
Pada April 2025, dunia Pendidikan di Kabupaten Limapuluh Kota digegerkan dengan terbongkarnya kasus aborsi yang dilakukan oleh seorang oknum guru yang baru lulus ASN PPPK.
Janin bayi yang masih berusia 5 bulan tersebut sempat dikubur oleh sang oknum pendidik tersebut di kawasan Kubang Tungkek, Guguk, Limapuluh Kota.
Adapun motif aksi nekad yang dilakukan sang oknum, lantaran yang bersangkutan berencana kembali rujuk dengan mantan suami. Sementara ia terlanjur hamil akibat perselingkuhan.
Pada Agustus 2025, Minggu dini hari, seorang oknum ASN Limapuluh Kota, yang saat itu sedang asyik bermesum ria dengan seorang wanita yang juga seorang oknum ASN di Propinsi Riau, digerebek oleh istri sah.
Penggerebekan tersebut terjadi di sebuah hotel kawasan Kota Pekanbaru, dan melibatkan pihak kepolisian setempat. Hingga sampai hari ini, tidak jelas penyelesaian kasus amoral yang melibatkan si oknum ASN.
Banyaknya kasus asusila yang terjadi di kawasan Limapuluh Kota, baik melibatkan warga biasa, maupun oknum ASN serta Oknum Walinagari, sempat menjadi sorotan di ruang publik.
Banyak pengamat publik saat itu mengatakan jika asusila, amoral, telah menggurita di Limapuluh Kota, hampir menyentuh semua lini, ungkap mereka.
Di ruang-ruang publik para pengamat berkomentar, mengaku prihatin terkait kasus asusila yang dari tahun ke tahun trendnya meningkat. Mereka berharap agar para pemangku daerah serta stokeholder yang ada serius menangani dan mengantisipasi demi menekan kasus kasus amoral yang terjadi di Limapuluh Kota.
Memasuki awal tahun 2026, di penghujung Januari, kembali publik digegerkan tentang beredarnya video dan scrensoat potongan video VCS skandal seorang pria yang diduga mirip dengan Bupati Safni dengan seorang wanita tanpa busana.
Walaupun senyap, namun ruang publik diam-diam kembali berdengung, membahas beredarnya video VCS seorang pria yang disebut sebut diduga mirip dengan orang nomor satu di Limapuluh Kota saat ini.
Berdasarkan informasi mulai menggemanya ruang publik terkait video VCS berdurasi sekitar 30 detik serta scrensoat foto pria dalam kondisi tidak pantas dalam rekaman tersebut, awak media mencoba melakukan penelusuran terkait asli atau tidaknya tayangan serta potongan yang dimaksud.
Dari beberapa narasumber yang berhasil diwawancarai, awak media mendapatkan keterangan. Menurut mereka yang meminta agar identitas mereka dirahasiakan, mengaku telah menonton video tersebut.
Mereka menyebutkan terlihat seorang pria memakai baju kemeja warna biru kotak dan pada bagian bawahnya tidak bercelana terlibat VCS dengan seorang wanita tanpa busana.
Para narasumber juga menyebutkan konon katanya pria dalam video VCS tersebut diduga sangat mirip dengan Bupati Safni Sikumbang, ungkap mereka.
Namun sayang ketika awak media mencoba menghubungi Bupati Limapuluh Kota, demi mendapatkan verifikasi benar atau tidaknya terkait skandal video VCS yang menyeret nyeret namanya, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.
Mendadak nomor Bupati yang biasa beredar dan dimiliki para awak media terlihat sudah tidak aktif lagi. Menurut informasi dari salah satu sumber orang dekat Bupati, menyebutkan jika yang bersangkutan tidak lagi memakai nomor yang biasa di akses oleh para wartawan sejak beberapa minggu belakangan.
Ketika desas desus video VCS yang bermuatan asusila tersebut menjadi sebuah pemberitaan di beberapa media online, menjadi santapan dan pembahasan alot di ruang publik.
Hebohnya pemberitaan terkait skandal video VCS yang menyeret nama Bupati, sempat diredam oleh sekelompok warga yang menamakan diri sebagai ormas “Paksa”.
Beberapa hari lalu mereka tampil di media massa dan mengatakan agar masyarakat jangan mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya, ungkap mereka.
Pernyataan tersebut keluar dari Ormas Paksa usai bertemu dengan Bupati di ruang Dinasnya.
Namun alih-alih ruang publik berangsur tenang. Ibarat bola salju yang terus menggelinding, rasa penasaran publik terkait kebenaran video VCS tersebut semakin menggebu gebu.
Ruang publik menginginkan skandal video VCS tersebut harus jelas penyelesaian, benar atau tidaknya.
Mereka meminta Bupati yang namanya diseret seret jangan hanya bungkam dan membiarkan opini publik menjadi spekulasi liar.
Bagi publik Bupati harus berani tampil menjelaskan benar atau tidaknya soal keaslian video tersebut, termasuk menjelaskan seseorang yang disebut sebut mirip dengannya tanpa memakai perantara, agar tidak menjadi spekulasi liar yang cepat berkembang.
Ruang publik menilai jika terbukti asli video VCS dan crensoat aktor pria dalam VCS itu Bupati, maka akan menambah daftar kelam peristiwa amoral yang melibatkan para elite di Limapuluh Kota.
Sebaliknya, jika video VCS itu palsu, settingan AI, dan bertujuan menjatuhkan, maka Bupati Safni Sikumbang, harus berani melaporkan ke pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa pembuat video VCS palsu yang merugikan dan merusak reputasinya sebagai seorang pemimpin di Limapuluh Kota, ungkap publik lagi. (AA)






