Sumbarheadline– Dendi salah satu pedagang pasar Payakumbuh Blok Barat yang kiosnya ikut terbakar, hanya bisa berdiri mematung memandang dengan tatapan kosong melihat puing puing diselimuti abu di depan bekas lokasi lapak jualannya.
Menurutnya tak ada satupun barang dagangan miliknya yang bisa diselamatkan. Ungkapnya tak ada air mata yang bisa ia keluarkan terkait tragedi yang baru menimpa ratusan pedagang, pada Selasa 26 Agustus 2025 kemaren.
“Tak ada air mata yang bisa dikeluarkan hari ini. Kami pedagang hanyalah orang kecil yang tahu diri menerima nasib,” ujarnya kepada awak media demgan suara tertahan, Rabu (27/8/25).
Dijelaskan usai tragedi kebakaran yang menimpa ratusan pedagang, ia kehilangan harapan untuk bertahan hidup, papar Dendi.
Kalaupun nanti ia bersama ratusan pedagang lain direlokasi ke tempat berjualan sementara, dirinya tak tahu lagi harus kemana mencari modal untuk memulai dari nol berdagang jilbab dan mukena.
Dendi mengaku semua barang dagangannya habis tak tersisa dilalap sijago merah. Ironisnya lagi, modal dagangan tersebut dibiayai dengan hasil pinjaman Bank. Jangankan untuk mencari modal baru, membayar angsuran pinjaman Bank saja dia tak tahu harus mengadu ke siapa, sambungnya.
Selain itu tangunggan beban membiayai seorang istri dan 3 anak yang masih sekolah harus tetap ia penuhi sehari hari.
“Jika tidak kuat kiat iman, ingin rasanya saya mengakhiri hidup dengan jalan pintas saking beratnya beban yang dirasakan,” ujarnya dengan perih.
Dia mengatakan jika pemerintah tidak bisa memberikan keadilan kepada dirinya serta ratusan pedagang lain terkait tragedi, biarlah nanti Tuhan saja yang berikan kelak di Padang Mashyar, tutupnya mengatakan sambil berlalu dari puing puing kayu bekas kiosnya. (AA)






