Sumbarheadline– Seorang ibu muda dan anaknya yang masih balita, dilaporkan jatuh dan terperosok ke dalam lubang menganga berukuran lebih kurang satu setengah meter dengan kedalaman 1 meter pada Rabu (7/10/26) malam di kawasan Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota.
Beruntung dalam peristiwa yang terjadi di jalan lurus Sawah Bandang, Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau tersebut tidak memakan korban jiwa. Dilaporkan ibu dan anak yang jatuh dan terperosok saat berkendara sepeda motor hanya mengalami luka lecet dan dirawat di Puskesmas terdekat.
Sebelumnya seperti diketahui pada beberapa hari kemaren, telah terjadi berupa tanah amblas di beberapa titik ruas jalan lurus Sawah Bandang, yang membahayakan nyawa pengendara bermotor.
Terkait peristiwa pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, resmi menutup jalur transportasi tersebut untuk umum. Informasinya Pemkab setempat akan melakukan perbaikan terhadap beberapa titik jalan amblas hingga jalur bisa dipergunakan kembali.
Saat melakukan peninjauan pada Kamis 8 Oktober 2026 kemarin, rombongan Pemkab setempat yang dipimpin Asisten Pemerintahan serta Kesejahteraan Rakyat, Alfian, menyebutkan untuk sementara jalur transportasi warga tersebut ditutup untuk umum sampai ada perbaikan, ucapnya.
Dijelaskanya, secara tehknis perbaikan akan diserahkan kepada Dinas PUPR setempat. Saat ini kondisi jalur sangat rawan dilalui pengendara. Untuk itu ia meminta warga untuk mencari alternatif jalan lain untuk sementara waktu, bebernya.
Adapun amblasnya di beberapa titik jalan disebabkan oleh derasnya arus air kemudian menggerus badan jalan hingga menyebabkan munculnya lubang, retakan, serta sebagian badan jalan mengalami keruntuhan, sambung Alfian mengatakan.
Sementara itu terkait amblasnya jalan di kawasan Sawah Badang, Jorong Tanjung Pati tersebut, menjadi perhatian salah satu anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Marsanova Andesra. Menurutnya amblasnya akses jalur transportasi tersebut dinilai telah merugikan warga masyarakat, ungkapnya.
Dalam penilaian wakil rakyat dari Partai PAN tersebut, terjadinya reruntuhan jalan di beberapa titik sehingga menyebabkan ada lubang besar di lokasi bukan hanya semata mata faktor alam saja. Akan tetapi dibalik peristiwa dirinya menilai ada faktor kelalaian dari pihak pelaksana pengerjaan proyek jalan tersebut, bebernya.
Di jelaskanya, akses jalan lurus Sawah Bandang yang menghubungkan Tanjung Pati- Simalanggang tersebut masih tergolong baru dalam pemeliharaan dan perawatan. Dirinya mengungkapkan akses jalur tersebut diperbaiki pada 2024 tahun lalu melalui dana aspirasi serta pokir anggota DPR RI, Athari Gauty Ardi, dengan nilai Rp 12 Milyar lebih.
Adapun penanggung jawab pekerjaan papar Marsanova Andesra lagi, Dinas PU Propinsi Sumatra Barat. Di awal pengerjaan ia telah pernah mengingatkan kepada rekanan proyek pengerjaan di lokasi sekitar ada tali bandar air (terowongan air) di bawah jalan. Ia juga menerangkan kepada rekanan serta pengawas, jika musim hujan tiba maka tali bandar tersebut akan terisi air yang beraliran deras.
Dirinya meminta kepada pihak rekanan memperbaiki tali bandar agar bila tergenang air yang beraur cukup kuat, tidak ambrol dan tetap kokoh.
Akan tetapi saran yang ia sampaikan saat turun ke lokasi pengerjaan tidak pernah di dengar serius oleh rekanan pengawas proyek. Faktanya saat melakukan pengerjaan proyek pihak senilai Rp 12 M lebih tersebut rekanan melakukan secara serampangan dan asal cepat selesai, bebernya lagi.
Akibatnya menurut politisi tersebut, apa yang ia kuatirkan waktu pengerjaan menjadi kenyataan dengan ambrolnya ruas jalan di beberapa titik. Terkait hal tersebut Marsanova Andesra, merasa kecewa dan meminta agar aparat penegak hukum (APH) turun ke lokasi mengusut penyebab ambrolnya jalan tersebut, jelasnya menerangkan. (AA)





