Sumbarheadline-Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh bertema “Rang Mudo Mengawal Peradaban” yang diikuti rang mudo dan puti bungsu dari 10 nagari se-Kota Payakumbuh.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh itu dibuka oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nofriwandi, di Aula Gedung Serbaguna Sawah Padang Aua Kuniang, Selasa, (07/7/2026).
Pelatihan tersebut menjadi wadah pembelajaran sekaligus penguatan nilai-nilai adat Minangkabau agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman. Pemerintah menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus yang akan menjaga kelangsungan adat dan budaya di masa depan.
Dalam sambutannya, Nofriwandi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian adat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi penerus,” katanya.
Ia menegaskan bahwa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau yang tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga pedoman dalam membentuk karakter, etika, dan kepribadian masyarakat.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pelaksanaan kesenian atau kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari sehingga nilai-nilai adat tetap hidup di tengah masyarakat.
Nofriwandi juga mengingatkan pentingnya memahami konsep Kato Nan Ampek sebagai pedoman etika dalam berkomunikasi sesuai dengan kedudukan dan usia lawan bicara.(*)







