PUPR Kota Payakumbuh Tunjukan Komitmennya Tingkatkan Infastruktur Membangun Perekonomian Daerah

Sumbarheadline– Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan guna memperkuat konektivitas antar wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pada tahun 2025, Dinas PUPR melaksanakan program strategis peningkatan jalan menuju kondisi mantap sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan infrastruktur yang andal, merata, dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim, ST. M.Si menyampaikan bahwa peningkatan kondisi jalan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Berdasarkan hasil evaluasi terakhir, tingkat kemantapan jalan kota telah mencapai sekitar 86,02% dari total panjang jalan status kota 254,68 km, dan ditargetkan meningkat menjadi 86,64% pada akhir tahun 2026. Peningkatan ini dilakukan melalui kegiatan rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan pada sejumlah ruas jalan strategis di seluruh wilayah kota.

Sebagai upaya peningkatan jalan kondisi mantap, pada tahun 2025 telah dilaksanakan pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan jalan di seluruh kota Payakumbuh diantaranya:

1. Rekonstruksi Jalan DAU 1 pada ruas Jalan Palam yang bersumber dari anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit

2. Rekonstruksi Jalan DAU 2 pada ruas jalan Rky Rasuna Said, jalan Sawo dan Jalan Kampung Baru PRT yang bersumber dari anggaran APBD Kota Payakumbuh

3. Peningkatan Jalan pada ruas jalan manjato II, jalan jambu, jalan singa harau II, jalan perum madina, jalan menuju Perum Pulai Talang Indah, Jalan Alamanda II dan Jalan Bukik Patah Sembilan yang bersumber dari anggaran APBD Kota Payakumbuh

4. Peningkatan Jalan DAU I pada ruas Jl. Gelatik dan Jalan menuju komplek Perkantoran Padang Kaduduak yang bersumber dari anggaran APBD Perubahan Kota Payakumbuh

5. Pembangunan jalan Thamrin Manan yang bersumber dari anggaran APBD Kota Payakumbuh

Selain itu, program peningkatan jalan melalui kegiatan pelebaran jalan menuju standar juga dilaksanakan pada 11 lokasi, yakni Jalan Cendrawasih, Jalan Dewi Sartika, Jalan Galapagos, Jalan Kamboja, Jalan Leuser, Jalan M. Syafei, Jalan Murai, Jalan Palembang, Jalan Parpatiah Nan Sabatang, Jalan Timor-Timur, dan Jalan Braja Sakti. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi standar teknis jalan agar mampu menampung volume lalu lintas yang lebih besar, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat di sepanjang koridor jalan tersebut.

Salah satu lokasi yang memberikan dampak nyata adalah Jalan Dewi Sartika, yang berada di kawasan dikelilingi area pertanian. Pelebaran jalan pada ruas ini memberikan manfaat signifikan bagi peningkatan konektivitas antara kawasan pertanian dengan pusat kota.

Akses transportasi yang lebih baik memudahkan mobilitas masyarakat dan pelaku usaha tani dalam mengangkut hasil pertanian menuju pasar maupun sentra distribusi, sehingga meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi sektor pertanian. Dengan demikian, pelaksanaan pelebaran Jalan Dewi Sartika tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi lokal serta kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Upaya peningkatan jalan juga diwujudkan pada ruas Jalan Singa Harau II, yang merupakan aset milik Kementerian Perhubungan dan telah diberikan izin pinjam pakai kepada Pemerintah Kota Payakumbuh dengan total ruas sepanjang 2,34 kilometer. Pada tahun 2025, Dinas PUPR telah melaksanakan kegiatan peningkatan pada sebagian ruas tersebut guna mendukung perekonomian masyarakat, mengurangi tingkat kemiskinan, serta membuka akses di sepanjang jalur nonaktif kereta api yang memiliki potensi wisata dan pertanian/perkebunan. Kegiatan ini juga memperkuat konektivitas antar permukiman dan mendukung pengembangan kawasan sebagai pusat pertumbuhan baru di Kota Payakumbuh.

Pelaksanaan peningkakan jalan kondisi mantap ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi teknis lapangan, daya dukung tanah, serta standar mutu material agar hasil pekerjaan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Selain memberikan manfaat langsung terhadap kelancaran transportasi dan aktivitas ekonomi, kegiatan peningkatan jalan juga diharapkan dapat menciptakan multiplier effect bagi masyarakat setempat. Salah satu contohnya adalah peningkatan Jalan Bukik Patah Sembilan yang diusulkan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024. Kawasan ini dikelilingi oleh lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan, sehingga peningkatan jalan diharapkan menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan agropolitan dan destinasi wisata baru, melengkapi daya tarik wisata Batang Agam.

Dinas PUPR juga menekankan pentingnya kegiatan pemeliharaan rutin jalan sebagai langkah keberlanjutan dari program peningkatan kemantapan jalan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran drainase serta mencegah kerusakan dini pada badan jalan menjadi faktor penting untuk mempertahankan kondisi mantap yang telah dicapai.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan ruas jalan utama, Dinas PUPR Kota Payakumbuh juga memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan lingkungan perumahan sebagai bagian dari upaya pemerataan infrastruktur perkotaan. Peningkatan jalan lingkungan ini bertujuan untuk memperbaiki aksesibilitas masyarakat di kawasan permukiman, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas PUPR telah melaksanakan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi jalan lingkungan di 19 lokasi dengan total panjang mencapai 1,4 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah kota. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan infrastruktur dasar yang merata dan berkualitas guna menunjang peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh optimis dapat mewujudkan jaringan jalan kota yang semakin mantap, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna.

Infrastruktur jalan yang berkualitas diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas dan efisiensi distribusi barang dan jasa, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi daerah menuju Payakumbuh yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *