Semalam Asyik Bersama Aswandi Bacaleg DPR RI, Destinasi Wisata dan Tol

Sumbarhedaline-Kamis (13/7/23) tengah malam, pengunjung kedai Gubuk Kopi kedatangan tamu yang cukup istimewa.

Para penikmat kopi di kedai Jalan Ahmad Yani, Koto Nan Gadang, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, sekira pukul 23.30 WIB kedatangan seorang pengunjung yang diketahui merupakan bakal caleg (Bacaleg) untuk DPR RI daerah pemilihan Sumbar II dari partai PDI Perjuangan, Aswandi.

Bacaan Lainnya

Alih alih kedatangan Bacalaeg yang juga merupakan seorang pengusaha nasional itu ke gubuk kopi bicara tentang keterkaitan dirinya maju, akan tetapi yang ada justru Aswandi datang hanya ingin menikmati enaknya seduhan dan seruput Kopi Robusta sambil diskusi ringan dengan para pengunjung kedai.

Menarik dalam diskusi ringan tersebut, Aswandi sempat membahas soal kesiapan Luak Limapuluh untuk membangun tol seksi Pangkalan- Payakumbuh yang sempat tertunda hingga 4 tahun.

“Saya mendengar mulai dilaksanakan langkah persiapan sekaligus mengkaji segala aspek rencana pembangunan jalan tol Payakumbuh-Pangkalan paket 2 dan paket 3 termasuk pembangunan 3 buah terowongan” ungkapnya.

Warga Luhak Limapuluh harus bangga dan patut mensyukuri akan segera dibangun sarana fasilitas transportasi vital tersebut, sambung Aswandi lagi.

Menurutnya saat ini kondisinya kawasan Luhak Limapuluh sudah sangat membutuhkan keberadaan jalan tol. Lebih jauh ia bercerita bahwa Sumbar serta khususnya Luak Limapuluh tidak banyak memiliki pabrik pabrik besar yang merekrut karyawan hingga ratusan atau ribuan orang tenaga kerja. Akan tetapi Tuhan telah memberikan Anugrah besar kepada daerah ini dengan kekayaan pesona alamnya.

Tak ada satupun yang bisa membantah keindahan alam Sumatera Barat, terlebih Luak Limapuluh. Kawasan Luak Nan Bungsu ini memiliki pesona Harau dengan ke asriannya. Memiliki Fly Over Kelok 9 yang secara tidak tertulis diakui sebagai salah satu dari keajaiban dunia yang ada di Indonesia. Tentu pesona keindahan alam Luak Limapuluah tersebut adalah modal besar menjadi sebuah destinasi wisata yang sangat berpotensial menggerakan ekonomi kreatif  berbasis kearifan lokal bagi warga setempat.

“Cerita tentang indahnya Harau, Fly over kelok 9 di Luak Limapuluh dari banyak kolega bisnis baik yang di Jakarta ataupun yang Riau sebagai salah satu pilihan utama liburan akhir pekan kerap menjadi pembicaraan,” ungkap Aswandi.

Ungkapnya, orang orang yang berada di Kota besar, cendrung memilih liburan bersama keluarga ke daerah daerah yang memiliki pesona keindahan alam yang masih asri. Harau, Fly Over Kelok 9,  jajanan pasar kuliner malam, adalah salah satu alasan mengesankan untuk menjadi lokasi yang wajib dikunjungi.

Namun sayangnya sebagian besar kolega yang sempat mendatangi lokasi, selalu ada cerita keluhan yang mereka bawa. Merela yang datang tidak mengeluah soal suasana lokasi. Akan tetapi yang mereka keluhkan lamanya perjalanan untuk sampai ke lokasi. Waktu mereka habis dalam perjalanan sehingga merasa tidak memiliki cukup waktu menikmati suasana nyaman di lokasi, paparnya lagi.

Jadi intinya Luak limpuluh yang memiliki pesona alam yang luar biasa akan tetapi belum memiliki akses penunjang sarana trnasportasi yang memadai, sehingga menjadi salah satu penghambat tamu yang datang baik secara domestik maupun internasional untuk datang ke daerah.

Dengan segera dibangun nya Tol Payakumbuh- Pangkalan tersebut, otomatis waktu jarak tempuh menuju lokasi akan terpangkas. Dengan terpotongnya waktu perjalan yang cukup siknifikan itu akan mendorong para turis baik domestik maupun internasional untuk datang menikmati pesona alam Luak Limapuluh, bebernya lagi.

Dengan hidupnya destinasi wisata di Luak Limapuluh tentu saja ekonomi kreatif warga akan bangkit. Pendapatan perekonomian masyarakat otomatis akan meningkat. Jadi tutup Aswandi lagi, tidak ada alasan lain lagi untuk menunda pembangunan tol, ujarnya.(aa)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *